Mohsein Saleh Badegel
 

Dirut PT MAP Hentikan Segala Bentuk Aktivitas Dilapangan

Mohsein Saleh Badegel 16:00 AM Article
img

PALU - Direktur Utama PT Mutiara Alam Perkasa (MAP), Mohsein Saleh Badegal, menghentikan segala bentuk kegiatan operasional baik teknis maupun non teknis dilapangan. Khususnya, sehubungan dengan rencana PT MAP akan mengelola potensi sumber daya alam yang ada di beberapa desa di Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala. Penghentian itu termasuk pula aktivitas PT KTC, selaku kontraktor untuk PT MAP yang ditunjuk untuk bekerja melakukan pengkajian dan penelitian di lapangan.

Kepada Radar Sulteng, Mohsein Saleh Badegal, mengatakan penghentian itu, merupakan sikap tegas dirinya selaku Dirut PT MAP, dalam menyikapi persoalan di internal PT MAP. khususnya persoalan yang melibatkan dua pemegang saham di PT MAP, yakni H Adnan Abbas dan H Suriansyah, yang tidak kunjung menuai penyelesaian. Penghentian ini merupakan sikap tegas saya selaku Direktur Utama PT MAP. Dalam menyikapi persoalan antara H Adnan Abbas dan H Suriansyah, ungkapnya, kemarin Kamis (15/9).

Diketahui, persoalan antara H Adnan Abbas dan H Suriansyah, menyangkut hak dan kepemilikan saham di PT MAP. Keduanya pernah sepakat melakukan jual beli saham, namun hingga kini belum ada titik penyelesaiannya.Karena alasan itulah Mohsen selaku puka pemegang saham akhirnya mengambil sikap tegas menghentikan segala rencana yang telah disusunnya selama memimpin PT MAP. Penghentian itu akan dilakukan sampai adanya penyelesaiannya persoalan diantara H Adnan Abbas dan H Suriansyah. Bahkan dia, tidak segan segan untuk menarik semua investasinya selama ini yang telah banyak dikucurkannya untuk PT MAP.

Saya mengharapkan agar keduanya lebih dulu menyelesaikan persoalan yang terjadi secara profesional dan saya beri waktu 1 bulan. Kalau tidak saya akan tarik semua investasi saya termasuk kontraktor yang saya tunjuk, yakni PT KTC dari PT MAP untuk bekerja di tambang saya yang lain,tegasnya.

Kesempatan yang diberikan Mohsein tersebut merupakan, itikat baik dari seorang direktur utama PT MAP, sekaligus selaku investor bagi PT MAP, yang menginginkan PT MAP lepas dari segala permasalahan, termasuk permasalahan internal. Kata Mohsein, keduanya harus menyelesaikan permasalahan internal itu. Jika tidak bisa dilakukan dengan duduk bersama melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), upaya penyelesaian bisa ditempuh melalui jalur hukum yang saat ini sementara bergulir.

Dan saya juga harapkan penyelesaian persoalan itu tanpa harus mengganggu tatanan serta kinerja PT MAP. Keduanya harus bisa berfikir dan berjiwa besar, kalau keduanya ingin membesarkan perusahaan, jadi harus menyelesaikan persoalannya secara baik baik, tanpa harus mengganggu, aktivitas PT MAP. Karena upaya yang selama ini saya lakukan selaku direktur utama tidak lain untuk PT MAP dan untuk kesejahteraan masyarakat, jelasnya.

Mohsein bukan hanya selaku pemengan saham, atau direktur utama, kehadirannya juga selaku investor benar benar berbuat untuk PT MAP, dan kemaslahatan masyarakat. Selaku satu satunya, yang memiliki kemampuan vinansial di PT MAP, atau yang selama ini banyak berkorban untuk segala kepentingan PT MAP, dia sangat menyanyangkan persoalan yang terjadi diantara para pemegan saham itu harus berlarut larut. Apalagi adanya isu yang menyebutkan dirinya pernah menerima uang dari investor, disaat bergulirnya persoalan antara H Adnan Abbas dan H Suriansyah.

Investor mana yan memberi uang kepada saya. Disini ini,sayalah yang bertindak selaku investor untuk PT MAP. Mulai dari pelaksanaan, perizinan dan jaminan di bank, hingga pembayaran pajak reklamasi, PNBP, sampai peningkaan amdal, biaya operasional, gaji karyawaan, serta menunjuk konsultan bahkan sampai pengkajian dan penelitian dilapangan sehubungan dengan rencana pembangunan smelter pengelolaan biji besi 2017 mendatang, termasuk menunjuk main kotraktor KTC untuk bekerjasama, semua itu yang lakukan siapa kalau bukan saya, tambahnya

Saya saja yang keluar duit hingga miliaran rupiah, demi membiayai kepentingan PT MAP baik teknis dan nonteknis sampai operasional secara keseluruhan, dan hanya memiliki saham 10 persen tidak pernah berteriak teriak atau berkoar koar di media atau melaporkan kepihak yang berwajib. Meski faktanya yang harus melapor kepihak polisi itu adalah saya, karena saya yang dirugikan, saya yang difitnah, dan nama saya yang dicemari. Bahkan ibaratnya saya ini bagaikan membeli kucing dalam karung, parahnya kucingnya itu beracun lagi, tutur Mohsein sembari tersenyum.

Dari itulah dia menekankan agar keduanya yang bersiteru menyelesaikan persoalnnya tanpa harus menggangu tatanan yang sudah terbangun, di PT MAP selama dipimpinnya. Apalagi sampai harus mengorbankan masyarakat. "Saya di PT MAP ini tidak lain adalah untuk membesarkan PT MAP. Semua upaya yang saya lakukan selain untuk PT MAP, tujuannya juga tidak lain adalah untuk pemegang saham PT MAP, khususnya masyarakat di Kecamatan Sojol, kabupaten Donggala. Dan selaku direktur utama saya juga suda sejak awal menyarankan agar persoalan keduanya diselesaikan secara baik baik atau tidak melalui jalur hukum, agar menuai titik penyelesaian,tandasnya. (cdy)

Recent Post